Jumat, 11 Februari 2011

Cerpen : "AKU BELAJAR MENCINTAI"

Kenapa memilih teater? Apa enaknya? Memangnya sama dengan artis sinetron atau film yang sering kami tonton? Apa bedanya?

Kira-kira begitulah pertanyaan orang-orang diluar sana bila mendengar aktifitas lainku selain kuliah, yaitu bermain teater. Menurutku bermain teater memiliki kepuasaan tersendiri yang bisa aku nikmati selama ini, dan ditempat ini pula cerita cintaku dimulai.

Hari ini jujur aku katakan bahwa aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta pada Atar, dia adalah salah satu teman bermainku dalam teater berjudul “Panggil Aku Cinta” kami selalu dipasangkan menjadi seorang adik dan kakak, tapi baru dijudul ini kami dipasangkan menjadi sepasang kekasih. Aku tahu bahwa Atar memiliki pacar yang manis, pacarnya sangat baik dan sesekali aku pernah bicara pada gadis itu, dan memang ini yang membuat aku mengambil keputusan bahwa Atar hanya sebatas teman kerjaku.

Seiring waktu berputar, “Panggil Aku Cinta” telah sukses dan telah ditonton ribuan orang, bahkan kami sempat go internasional.

Beberapa bulan kemudian aku dipanggil untuk membicarakan judul teater selanjutnya, sutradaraku mas Adrian akan membuat “ROMEO dan JULIET” yang diperankan oleh orang-orang indonesia, sungguh terkejut beliau meminta aku untuk memerankan tokoh Juliet. Entah apa yang aku rasakan saat itu, sangat bahagia pastinya bisa memerankan tokoh yang dari dulu sering ku puji. Mas Adrian juga bilang bahwa Atar akan memerankan tokoh Romeo, dan ini yang ada dalam pikiranku sekarang, “kami akan latihan bersama setiap hari, lalu tour kebeberapa Negara untuk memerankan tokoh yang kami mainkan”.

Hari pertama,

Hari ini dimulai dengan aku memasuki ruangan teater dimana semua bangku kosong, aku berjalan penuh semangat menuju panggung. Aku melihat Atar sudah berada di atas panggung dengan mas Adrian, aku berlari kecil langsung naik kepanggung. “maaf telat mas, tadi abis kuliah” mas Adrian terseyum, “gak telat kok Ra, kami juga baru sampai”. Atar menghantarkan senyuman untukku, lalu aku membalas senyuman itu, Mas Adrian pun teriak .. “Yuukk mulaaiii!!”.

***
ROMEO (ATAR)
But soft, what light through yonder window breaks?
(pause)
 It is the East, and Juliet is the sun!
Arise, fair sun, and kill the envious moon, Who is already sick and pale with grief. That thou her maid art far more fair than she. Be not her maid, since she is envious. Her vestal livery is but sick and green, And none but fools do wear it.

ROMEO (ATAR)
It is my lady.  O, it is my love!
O that she knew she were!

JULIET (RARA)
Ay me!
ROMEO (ATAR)
She speaks.
O, speak again, bright angel!

JULIET (RARA)
O Romeo, Romeo! - Whyfore art thou Romeo?
Deny thy father and refuse thy name.
Or, if thou wilt not, be but sworn my love, And I'll no longer be a Capulet.

ROMEO (ATAR)
Shall I hear more, or shall I speak at this?

JULIET (RARA)
'Tis but thy name that is my enemy. Thou are thyself, though not a Montague.
What's Montague?  It is not hand nor foot nor arm nor face nor any other part
Belonging to a man.  O, be some other name!
What's in a name? That which we call a rose
By any other word would smell as sweet.
So Romeo would, were he not Romeo called,
Retain that dear perfection which he owes
Without that title.  Romeo, doff thy name,
And for thy name, which is no part of thee, Take all myself.

ROMEO (ATAR)
I take thee at thy word!
Call me but love, and I'll be new baptised.
Henceforth I never will be Romeo.
***

 Tepukan tangan terdengar cukup keras, aku dan Atar melepaskan pegangan tangan kami yang sedari tadi begitu erat. Rasanya saat itu Juliet telah merasuki jiwaku dan memiliki seseorang seperti Romeo. Mas Adrian meminta kami istirahat sejenak, kulihat Atar langsung turun dari panggung dan mencium kening kekasihnya yang duduk dibangku penonton, aku hanya terdiam dan tersenyum sambil menghapus pikiranku.

..
Hari ke 28,

Panggung terlihat sepi dan gelap, aku memangku kepala Atar yang tengah tertidur dipangkuanku, tiba-tiba lampu sorot menyala.


***
ROMEO (ATAR)
my love, my wife..Death, that hath sucked the honey of thy breath,
Hath had no power yet upon thy beauty,
Thou art not conquered.  Beauty's ensign yet
Is crimson in thy lips and in thy cheeks, And death's pale flag is not advanced there.
Ah, dear Juliet, why art thou yet so fair? Shall I believe that unsubstantial death
Is amorous and keeps thee here in dark
To be his paramour?  For fear of that. I still will stay with thee.  Here, oh here
Will I set up my everlasting rest.. And shake the yoke of inauspicious stars..From this world-wearied flesh.

Eyes, look your last.
Arms, take your last embrace.
And lips, O you
The doors of breath, seal with a
righteous kiss...

A dateless bargain to engrossing death.

true apothecary, thy drugs are quick.

JULIET (RARA)
Oh Romeo, what's here?
Drunk all, and left
No friendly drop to help me after. I will kiss thy lips. Haply some poison yet doth hang on them.. To make me die with a restorative.

“Aku mendekatkan bibiku pada bibir Atar, mengecupnya pelan”.

JULIET (RARA)
Thy lips are warm.

ROMEO (ATAR)
Thus with a kiss I die.

JULIET (RARA)
Romeo.  O' my true love Romeo.
***

Lampu kembali gelap, lalu tepukan tangan bersorak sangat kencang, semua crew yang menonton ikut menghayati peran kami sampai seisi ruangan kembali terang dipenuhi lampu yang menyala.


Aku masuk kedalam ruang rias, membersihkan make up tipisku. Atar mendekati aku, aku menoleh bingung kearahnya. “mau nonton gak hari ini?” tanyanya. Aku tersenyum “boleh”.


Aku dan Atar sudah didalam mobil dalam perjalanan menuju daerah HI, aku bertanya pada Atar. “kenapa ajak aku nonton? Pacarmu mana?” Atar tersenyum lalu menggeleng, “kami sudah putus”. Aku terdiam mendengarnya, entah apa yang harus aku katakan.


…….

Setelah pergi bersama dengan Atar saat itu, rasanya aku mulai berani berharap kembali untuk mencoba menyukainya kembali. Atar pun memberikan respon yang sangat kuat padaku. Hingga akhirnya seminggu kemudian Atar bicara padaku, “Ra.. apa kamu mau jadi pacar aku?” jujur saat itu aku tak tahu harus berkata apa, karena menurutku itu terlalu cepat, “apa tidak terlalu cepat” Atar tersenyum lalu menatapku dengan lekat, “Cinta itu tidak butuh waktu, cepat atau lambat rasa itu akan tetap sama” Aku menatap mata Atar, dan entah apa yang aku rasakan, aku seperti terhipnotis lalu dengan perlahan aku mengangguk. Dan Atar memelukku dengan hangat.


Perjalanan cintaku dengan Atar tidak seberat percintaan Romeo dan Juliet, tetapi perbedaan sifat kami yang sering membuat kami bertengkar setiap hari, perkelahian mulut yang kadang sangat menyakiti hatiku, sikap yang tak bisa dimengerti, keegoisan yang tak bisa dihilangkan, aku tak menyalahkan Atar, karena akupun selalu mencoba untuk mengenalnya lebih dalam. Kami tak seperti sepasang kekasih lain, hidup kami hanya Teater dan kuliah, hampir tak memiliki waktu untuk bersama. Kami hanya bertemu saat teater dimulai. Setelah itu kami sibuk dengan pendidikan kami, waktu liburpun sudah kami pakai untuk keluarga, tidak ada yang salah dan disalahkan. Sekuat apapun kami mencoba untuk mempertahankan cinta kami.


Hingga suatu hari, sepulang dari teater..


Atar berkata ingin bicara padaku diatap gedung, tempat biasa kami beristirahat dari lelahnya latihan teater. Siang itu langit sangat cerah, aku berdiri dihadapan Atar sambil memegang gelas berisi teh dingin.


ATAR
Apa kamu akan mempertahankan semua ini? Apa kamu yakin?

RARA
Kenapa kamu bertanya seperti itu sama aku?

ATAR
Jawab aja..

RARA
Aku ingin kita tetap bersama.

ATAR
Dengan keadaan seperti ini? Jujur aku jenuh, tapi aku tidak jenuh dengan hubungan kita.

RARA
Lalu?

ATAR
Aku jenuh dengan kamu.

Aku terdiam, sakit sekali aku mendengar perkataan Atar.

RARA
Tidak ada cinta lagi?

Atar terdiam, tak menjawab.

RARA
Apa kamu masih sayang aku?

ATAR
Aku sayang sama kamu ra, tapi aku tidak kuat dengan keadaan hubungan kita yang bisa dibilang gak senormal dengan hubungan mereka diluar sana.

RARA
Karena aku sibuk dengan pendidikan aku? Apakah kamu ingat saat kamu menemani aku bekerja seharian dikampusku? Tiba-tiba kamu berbisik dikupingku “aku akan menikahimu..bagaimanapun caranya”.. saat itu air mataku yang keluar adalah air mata bahagia.

ATAR
Dan apa kamu ingat? Kamu bilang kamu akan selalu mencoba untuk mengerti aku?

RARA
Apakah selama ini kamu merasa aku selalu cuek sama kamu? Gak kebalik?

Aku mulai sedikit keras, karena Atar pun keras kepadaku.

RARA
Apa kamu pernah kasih kabar ke aku, kamu mau kemana, dengan siapa? Sampai akhirnya orang-orang membicarakanmu yang tidak-tidak dikupingku.. apa kamu tidak sadar itu?

ATAR
Lalu apa kamu merasa aku tidak mendengar banyak yang berbicara tentang kamu?

RARA
Apa yang aku lakukan? Aku hanya melakukan kegiatanku, jika tidak ada, aku hanya duduk manis dirumah, menunggu kabarmu melalui handphone ku. Hanya itu.

ATAR
Aku capek.

RARA
Aku juga capek.

Kami tidak kuat rasanya meneruskan perdebatan yang semakin mengencang, Atar pergi meninggalkan aku. Aku terdiam ditempatku berdiri, begitu besar cinta yang aku berikan selama ini, tapi tiba-tiba seakan aku jatuh terhempas kebumi dengan tatapan kosong.


Seiring waktu berjalan, “ROMEO dan JULIET” adalah kenangan manis kami, kami tidak menyimpan dendam. Bahkan kami berusaha sebaik mungkin tetap bersahabat, dan yang aku dengar Atar sudah memiliki kekasih. Aku tersenyum, karena itu artinya aku sudah siap untuk menerima cinta baru. Entah kapan cinta itu akan datang, tapi aku percaya cepat atau lambat, aku selalu ingat perkataan Atar “Cinta itu tidak butuh waktu, cepat atau lambat rasa itu akan tetap sama” aku banyak belajar mengenal cinta, mengenal sifat dan sikap, mengenal rasa rindu dan pentingnya komunikasi dalam hubungan. Aku belajar mencintai, dan aku berharap suatu hari nanti akan ada yang mencintaiku seperti aku mencintai Atar, maka aku akan bertekuk lutut kembali mencintainya. Karena cinta itu indah, menyatukan perbedaan yang dimiliki dengan indah, tanpa banyaknya perkelahian dan tanpa kata “jenuh” dan juga “lelah”.



..ndah.. 

20 komentar:

  1. Prrokk,, prook.. prook,,,prrokkk dan tepuk tangan itu juga pun cukup keras sekarg disini ka,,,,,, kKKkkeeereeeeeNNnnn :)

    BalasHapus
  2. it's so touching and full of meaning..

    BalasHapus
  3. mba ndah..
    bagus banget..
    like thiss !!
    ^^

    BalasHapus
  4. 'Cinta itu tidak butuh waktu cepat atau lambat rasa itu akan tetap sama'Setuju ma kata2 Atar tp buat Rara AQ mo bilang'Ketika Cinta itu sudah tak dapat dipertahankan biarkan dia pergi karna Tuhan pasti akan memberimu orang yg lebih baik'(apasih Nenin sok bijak HEHEHE) TP bener dech Kak Andah klo bikin cerpen bagus2 dari mana sich Kak Idenya? #SALUT#ditunggu ya Kak c€rp€ñ n c€rítä KK yg £äíññyä...

    BalasHapus
  5. cerpennya bgus......dulu zaman SMA aku sk nulis puisi dan cerpen di Mading sekolah.
    Tapi skrg hnya sk bc sj. Klau aku bc dr cerpen Andah, aku prnah mrsakan bgaimana sakitnya hati ktika dicampakkan oleh2 laki2 yg kt cintai, hbis manis sepah dibuang....
    Aku se2orang yg sulit u/ jtuh cinta,mgkn bs dihtung,SMA aku tdk prnah pcaran stlah krja 7 thun aku bru dpt cowo' yg lbih muda driku, tp krna t4 yg slah akhrnya kt pisah...
    Cinta tak slah,tp mgkin bgiku disaat umurku 34 thn skrg ini, lebih baik aku biarkan cinta itu dtg dgn sndirinya...
    Keep smile n enjoy aja..
    Karna cinta kluarga lbih dr sgalanya....

    BalasHapus
  6. mantap cerpen,,bagus... saya yakin suatu saat andah menemukan cowok yg kelak bisa memahami dan mengerti keadaaan andah seperti harapan seorang rara yg terdapat di kisah diatas

    terkadang mendaptkan seseorang yg menyakitkan hati seblum mendapatkan seseorang yg terbaik di dalam kehidupan qt yg mencintai apa adanya dalam artinyan mampu memahami keadaan orang dicintainya..

    BalasHapus
  7. Cerpen romantisme yg menyentuh...belajar mencintai.
    saat sang gadis berharap cintanya terbalas namun setelah mendapatkan cinta itu pada akhirnya hanyalah sementara... hikmah dr cerpen ini adlh tak semua hal yg kita harap akan sesuai pd kenyataannya..
    Nice... memberi inside bahwa harapan akan cinta tak selamanya indah.
    Menurut penilaian saya, ada sebuah kalimat berdasarkan pendapat Atar, "...cinta itu tidak butuh waktu..." justru menurut saya, cinta itu membutuhkan waktu,,
    waktu untuk merasakan dan menyentuh cinta...
    waktu untuk memupuk rasa cinta menjadi lebih atau kurang...waktu untuk saling memahami cinta masing2...
    Keseluruhan dr cerpen ini bagus, saya akan selalu menjadi pembaca setia blog andah.. ;)

    BalasHapus
  8. Cerpen "AKU BELAJAR MENCINTAI" By Asmirandah
    Banyak hal yg bisa kita pelajari/ambil dari cerpen tersebut, diantaranya :
    - Ketika kita ingin mencintai seseorang, maka
    sebaiknya lakukan lah pendekatan (PDKT) dulu.
    Dlm Islam d sebut Ta'aruf,
    - Ketika qt mncoba utk memulai belajar mencntai
    seseorang (sesuatu), maka kita juga harus siap
    menerima resikonya apa yang akn terjadi
    kedepannya,
    - Hendaknya kita mempunyai sikap saling
    menghargai terhadap kekasih/pasangan kita,
    - Jangan pernah memaksakan kehendak kita utk
    tetap bersatu jika akhirnya akan menyakiti
    diri sendiri dan orang2 yg qt sayangi
    (terutama Ortu kita),
    - Peace n Luv maka dunia akan terasa tentram.
    "Belajar Mencintai" bukan hanya terhadap kekasih/pasangan hidup qt, tetapi ada Cinta yg paling Abadi yaitu "ALLAH SWT". serta Cinta qt terhadap ORTU, Sesama umat manusai di dunia ini,,,
    Perlu diingat juga didlm "Belajar Mencintai" seseorang ataupun pun something, itu perlu "Keikhlasan,Pengorbanan n Kesabaran". karena dengan ketiga hal tersebut "CINTA" itu akan tumbuh dengan sendirinya sehingga akan membuat "HATI N PERASAAN" kita akan terasa tentram dan damai....
    It's Touching my Heart..
    "LOVE" Needs Sincerity,Patience N Sacrifice".
    Good Luck To Andah n LovAdah...
    Keep Spiriiiiit...!!! N Keep Smile...

    BalasHapus
  9. yeahhhh...bgs bgt neh cerpennya...dr semua cerpen yg ada di blognya an*** ini yg paling aku suka xixixi...good job...i like it...hihihi...ditunggu cerpen selanjutnya ndah :)

    BalasHapus
  10. Kakaaaak buleee... I SEE ... trully understand now.. makasiii ya kakak bule cantikkk.. I always love the way you "tell" and "share".. this is the best i think heheheeeee

    Semoga rara bisa menemukan romeo terbaiknya hehe..
    keep writing.. i'll be the first who read it

    Semangattt

    ps: walaupun komennya ga dipublish sm kakak gpp ak ngerti.. cm mau kasih tau aja kaya yg ditulis di atas heeee :D

    BalasHapus
  11. Hai...cantik....

    Cerpen kamu bagusss....

    Aku juga sama dg Jasmine...sama2 susah jatuh cinta...dan sekalinya jatuh cinta, aku gak bisa melupakannya....memang benar cinta tidak pernah salah...karena cinta tak pernah bisa memilih...dia bisa datang kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja tanpa kecuali....

    memang Cantik.....dalam menjalin sebuah hubungan, tidak cukup hanya dg cinta....ketika kita tak mampu menahan ego kita, ketika kita tak bisa menghargai pasangan kita, saling memahami satu sama lain,saling peduli, saling percaya dan masih banyak hal lagi,maka cinta itu tak akan terlihat kekuatannya....dan akhirnya...perbedaaan dan pertentangan hanya kan merubah perasaan cinta menjadi sakit hati yang tak mudah hilang dari hati kita...karena pada dasarnya, batas antara benci dan cinta itu sangat2 tipis,sehingga perasaan tersebut dapat berubah kapan saja, dan saat perasaan itu datang, yang bisa kita lakukan adalah berusaha ikhlas dan sabar...berusaha untuk menerima semua keadaan yg menyakitkan hati dg jiwa besar, itu akan membuat tenang, meskipun cinta dan sakit hati itu tak akan pernah bisa hilang dari hati kita, tapi paling tidak, perasaan itu bisa kita endapkan dan kita kubur kedasar hati kita yang paling dalam...

    Andah cantik...kamu tahu gak, cerpen kamu kali ini, mengingatkan aku pd kisah cintaku diwaktu dulu, kisah cinta yg tak jauh beda dg cerpen kamu...dimana cinta itu tertanam kuat dalam hatiku, karena aku sangat amat mencintai,namun cinta tak cukup mendamaikanku, krn selalu ada pertengkaran dan pertentangan yg terjadi, hanya karena prinsip yg berbeda, yg sebenarnya prinsip itu masih bisa kami satukan, andai kami bisa menekan ego masing2...Dan sekarang, meskipun cintaku telah terkubur di lubuk hatiku dan telah tertimbun oleh sakit hatiku, aku mencoba utk selalu ikhlas dan sabar...karena aku selalu yakin, jodoh dan cinta terakhirku, pasti akan datang ditempat yang tepat, diwaktu yang tepat dan pada orang yang tepat juga...hingga aku dapat merasakan makna cinta yang ssungguhnya....Amiinnn......

    Ndah cantik....maaf sebelumnya....boleh gak aku menanyakan sesuatu sama kamu, tapi tolong dijawab dg jujur ya? Pertanyaan ini mungkin agak pribadi, tapi semua org bisa mengalami kok...Tolong dijawab ya cantik....

    Kamu pernah mengalami dan merasakan CINDAHA gak Ndah?? lalu Cindaha kamu pada seorg yg masih single atau dah punya pasangan? lalu apa yang kamu lakukan agar cindaha kamu gak merugikan org lain???
    Cantik, tolong dijawab ya, karena aku yakin, banyak banget orang yang pernah mengalami itu,karena menurutku, cindaha itu sangat dekat dg kehidupan manusia sbg makhluk sosial yang selalu berhubungan dg orang lain...Aku yakin, pasti banyak yang ingin dengar jawaban kamu cantik...terutama aku, krn aku juga perrnah mengalami itu dan luar biasanya, Cindaha bisa mengajarkan banyak hal kpdku, ttg kesetiaan, pengorbanan dan ketabahan....Tolong dijawab ya ndah...demi kta2 yang Yes Cindaha.....

    # thank sebelumnya #

    BalasHapus
  12. That's cool story Ndah :) and somehow I want Rara and Atar still become a sweet couple as Romeo and Juliet.. And I love this part -> Karena cinta itu indah, menyatukan perbedaan yang dimiliki dengan indah, tanpa banyaknya perkelahian dan tanpa kata “jenuh” dan juga “lelah”.

    Berharap di khidupan nyata Ndah dapetin yg terbaik.. seseorang yg mau berjuang untuk mendapatkan dan mempertahankan cintanya ke Andah :)

    BalasHapus
  13. Stelah baca sampe kelar pertanyaan yg keluar di otak gue sama persis dgn pertanyaan di awal cerpennya Andah. Kenapa harus ngambil latar belakang teater? Apa Andah sengaja mengambil latar belakang teater utk menguatkan penokohan Atar, yang terkesan serba instan dalam perihal cinta? Love come and go. Just like characters in a play. Just like actors who play in it. Bisa jadi ngga. Gue cuman merasa bahwa bisa jadi pertanyaan di awal cerpen memang inti dari kisah ini hehe ^_^

    Tigis
    http://sigitsusinggih.net

    BalasHapus
  14. ooohhhh bgs bgt ceritanya.......
    cinta juga tidak harus memiliki kok andah ,
    tanpa ada perselisihan dan pertengkaran kita tidak akan bisa merasakan apa itu cinta , karena dengan cinta kita bisa merasakan senang dan juga sakit.

    _sukses terus ya buat karir dan percintaan andah_

    BalasHapus
  15. bagus cerpennya,,, i like it...
    apakah andah sekarang juga belajar mencintai seseorang??? he22,,, ( tidak perlu dijawab )

    BalasHapus
  16. bagus kak critanyaaa :)

    BalasHapus
  17. ceritanya sngt mengensankan,,stlh aq baca nih cerita, aku berpikir,,
    ternyata, walau sepasng kekasih slng mencintai, ttp dlm hubungnnya itu tdk ada komunikasi yg trjalin,,maka rasa cinta itu akan hilang,,
    jd dlm suatu hubungn, komunikasi itu penting,,krn tanp i2 semuanya akn sia2,,,
    yah,, yah,, that's right,,

    BalasHapus
  18. i love the part "Karena cinta itu indah, menyatukan perbedaan yang dimiliki dengan indah, tanpa banyaknya perkelahian dan tanpa kata “jenuh” dan juga “lelah”."

    kerna novel ryan & raihana kisah cinta dua dunia
    pun begitu..menyatukan perbedaan yang dimiliki dengan indah.

    BalasHapus
  19. “Cinta akan menemukan jalannya sendiri. Cinta tak perlu diperjuangkan. Mereka yang memperjuangkan cinta akan jatuh kecewa.”


    Fajar Nugros

    BalasHapus
  20. "Belajar Mencintai Seseorang yang Tidak Sempurna dengan Cara yang Sempurna"

    BalasHapus